Page 15 - 02_BIN_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 15
atau di bawah dedaunan.
Pada umumnya, kunang-kunang akan keluar pada malam hari, namun ada juga
kunang-kunang yang beraktivitas di siang hari. Mereka yang keluar siang hari ini
umumnya ditemukan tidak mengeluarkan cahaya.
Berdasarkan hasil pengamatan, tubuh kunang-kunang betina lebih besar
dibandingkan kunang-kunang jantan. Tubuh kunang- kunang terdiri dari tiga bagian:
kepala, thorax, dan perut (abdomen). Kunang-kunang memiliki dua pasang sayap.
Sepasang sayap penutup yang berterkstur keras melindungi sayap di bawahnya
sekaligus melindungi tubuh kunang-kunang. Panjang badannya sekitar 2cm. Hampir
seluruh bagian tubuh kunang-kunang berwarna gelap dan berwarna titik merah pada
bagian penutup kepala. Warna kuning pada bagian penutup sayap, bermata majemuk,
dan berkaki enam.
Makanan kunang-kunang adalah cairan tumbuhan, siput-siputan kecil, serangga,
atau cacing. Bahkan kunang-kunang memangsa jenisnya sendiri. Makanan bagi
hewan penting untuk pertumbuhan. Dengan makanan pertumbuhan akan maksimal.
Asupan yang maksimal dapat memberikan kebugaran bagi makhluk hidup.
Cahaya yang dikeluarkan oleh kunang-kunang tidak berbahaya, malah tidak
mengandung ultraviolet dan inframerah. Cahaya ini dipergunakan kunang-kunang
untuk memberi peringatan kepada pemangsa bahwa kunang-kunang tidak enak
dimakan dan untuk menarik pasangannya. Keahlian mempertontonkan cahaya tidak
hanya dimiliki oleh kunang-kunang dewasa, bahkan larva. Kunang-kunang betina
sengaja berkelap-kelip untuk mengundang pejantan. Setelah pejantan mendekat, sang
betina memangsanya. Kunang-kunang jantan lebih sedikit bercahaya dibandingkan
dengan kunang-kunang betina.
Kunang-kunang merupakan penanda kesehatan sebuah ekosistem (bioindikator)
sehingga dapat membantu manusia untuk menilai apakah sebuah daerah masih bersih
dan alami atau sudah tercemar. Kunang-kunang juga membantu petani dalam proses
penyerbukan dan sebagai pembasmi hama alami.
Dalam menyajikan data yang akurat, kalian dapat menggunakan sumber lain sebagai
pembanding terhadap hasil observasi kalian di lapangan. Kali ini kalian akan
menggunakan sebuah teks ekplanasi sebagai bahan pembanding informasi pada teks
laporan observasi Kunang-Kunang.
Teks eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan proses bagaimana dan mengapa suatu
fenomena, baik fenomena alam maupun fenomena sosial, terjadi. Kali ini, kalian akan
membaca teks ekplanasi yang menjelaskan fenomena terancam punahnya kunang-
kunang.
BAHASA INDONESIA SMA X GANJIL 245

