Page 125 - 01_PAI_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 125
di Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara,
Kalimantan Timur.
g. Sultan Zainal Abidin
Beliau memerintah Kesultanan Ternate pada kurun waktu 1486-1500 M.
Sejak usia belia, beliau mendapatkan pendidikan agama dari ayahnya, dan dari
seorang ulama bernama Datuk Maulana Hussein. Setelah dinobatkan menjadi
diikuti raja, beliau menjadikan Islam sebagai landasan resmi bernegara, hingga
kerajaan Ternate berubah nama menjadi Kesultanan Ternate. Sultan Zainal
Abidin ber angkat ke Pulau J awa pada tahun 1494 M untuk memper dalam
ilmu agama di Pesantren Sunan Giri, Jawa Timur. Sekembalinya dari Jawa,
beliau mengajak ulama-ulama terkemuka , di antaranya Tuhubahanul untuk
membantu dakwah di seluruh Maluku.
Salah satu peran terpenting Sultan Zainal Abidin dalam penyebaran agama
Islam adalah mendirikan pesantren-pesantren dengan pengajar yang
didatangkan langsung dari Jawa. Selain itu, beliau juga mendirikan Jolebe atau
Bobato Akhirat yang bertugas membantu Sultan dalam mengawasi pelaksanaan
syariat Islam di Kesultanan Ternate. Akhirnya, gerakan islamisasi yang
dilakukan oleh Sultan Zainal Abidin ini diikuti dan ditiru oleh raja-raja lain di
Maluku.
Selain tokoh-tokoh di atas, masih banyak ulama yang berjasa menyebarkan
agama Islam di Indonesia sejak abad ke-18 sampai masa kontemporer. Di
antaranya adalah Abdul Sayyid Abdul Rahman Abdul Shamad al-Palimbani
(berasal dari Palembang, Sumatera Selatan), Syaikh Mahfudz al-Termasi
(berasal dari Termas, Jawa Timur), Syaikh Nawawi al-Bantani (berasal dari
Banten), dan Syaikh Muhammad Yasin bin Isa al-Padani (berasal dari Padang,
Sumatera Barat).
Ada juga ulama Indonesia yang bermukim di Makkah, yakni Syaikh Ismail
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA X GANJIL 121

