Page 124 - 01_PAI_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 124
di seluruh wilayah Nusantara dipengaruhi oleh jalur perdagangan dari
berbagai negara, seperti Persia, India, dan Arab. Selain berdagang, mereka juga
berdakwah untuk menyebarkan ajaran Islam. Selain itu, proses dakwah Islam
melalui pesantren yang digagas oleh Wali Songo sangat efektif untuk
menyebarkan Islam ke pelosok pedesaan.
e. Sultan Alauddin
Sultan Alauddin, nama aslinya adalah I Manga’rangi Daeng Manrabbia,
dinobatkan sebagai raja Gowa pada usia tujuh tahun. Beliau termasuk tokoh
yang berjasa besar pada penyebaran Islam di Sulawesi Selatan. Beliau
merupakan raja Gowa pertama yang masuk Islam bersama raja Tallo. Oleh
karenanya, rakyat Gowa-Tallo secara bertahap memeluk agama Islam.
Penyebaran agama Islam pada masa pemerintahan Sultan Alauddin mencapai
daerah Buton dan Dompu (Sumbawa). Termasuk berhasil mengislamkan
kerajaan Soppeng, Wajo, dan Bone. Penyebaran agama Islam di Gowa juga atas
perjuangan dakwah dari Datuk Ri Bandang (Abdul Makmur Khatib Tunggal),
seorang ulama dari Minangkabau.
f. Datuk Tunggang Parangan
Datuk Tunggang Parangan atau Habib Hasyimbin Musyayakhbin Abdullah
bin Yahya merupakan seorang ulama Minangkabau yang berdakwah di Kutai
Kartanegara. Beliau berdakwah bersama sahabatnya, Datuk Ri Bandang pada
masa pemerintahan Raja Aji Mahkota (1525 - 1589). Berkat dakwah Datuk
Tunggang Parangan, akhirnya Raja Aji Mahkota memeluk Islam dan diikuti
oleh keluarga kerajaan serta rakyat Kutai Kartanegara.
Kerajaan Kutai Kartanegara berubah nama menjadi Kesultanan Kutai
Kartanegara. Agama Islam berkembang pesat pada masa ini, bahkan undang-
undang negara berlandaskan pada ajaran Islam. Datuk Tunggang Parangan
berdakwah di Kutai hingga akhir hayatnya. Setelah wafat, beliau dimakamkan
120 PENDIDIKANAGAMA ISLAM SMA X GANJIL

