Page 57 - 02_PKN_SMP_7_GENAP
P. 57
saat itu sudah merdeka. Bukan revolusi fisik atau revolusi sosial yang diperlukan,
melainkan revolusi mental.
Bangsa-bangsa maju adalah bangsa-bangsa yang memiliki mental atau jiwa
kuat, bukan yang bermental lemah. Bung Karno, sebutan dari presiden itu, tidak ingin
bangsa Indonesia memiliki mental yang lemah. Perlu langkah besar atau revolusi
untuk mengubah mental bangsa dari mental lemah menjadi mental kuat.
Presiden Joko Widodo mengenalkan kembali istilah itu dengan membentuk
Gerakan Revolusi Mental. Gotong royong menjadi bagian dalam gerakan ini, karena
gotong royong dipandang sebagai salah satu mental yang diperlukan bangsa
Indonesia untuk maju. Untuk melaksanakan gerakan ini, Presiden mengeluarkan
Instruksi Presi den No. 12 Tahun 2016.
A) Konsep Revolusi Mental
Seperti disebutkan di atas, istilah revolusi mental dilahirkan oleh Presiden
Soekarno atau Bung Karno. Saat itu dikatakan bahwa “Revolusi mental adalah
suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia
baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api
yang menyala-nyala."
Indonesia saat itu telah mengalami revolusi fisik, yakni revolusi kemerdekaan
pada tahun 1945. Belum sepuluh tahun merdeka, semangat revolusi di masyarakat
dipandang menurun. Padahal tujuan kemerdekaan untuk mewujudkan masyarakat
adil makmur belum terpenuhi.
Presiden Soekarno mengajak seluruh bangsa melakukan revolusi lagi. Bukan
revolusi fisik, melainkan revolusi mental. Untuk membangun bangsa, yang
diperlukan bukan hanya membangun fisik seperti jalan, jembatan, pelabuhan dan
gedung-gedung saja, namun juga membangun mentalnya agar seluruh bangsa
memiliki mental yang kuat.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), revolusi berarti “Perubahan yang
cukup mendasar dalam suatu bidang.” Sedangkan mental adalah “Bersangkutan
dengan batin atau watak manusia” Dengan demikian revolusi mental berarti
perubahan yang mendasar mengenai batin atau watak manusia yang dilakukan
dengan mengubah pola pikirnya secara mendasar.
Sekitar 70 tahun setelah Indonesia merdeka, Presiden Joko Widodo
membangkitkan kembali gerakan revolusi mental ini. Gerakan ini diperjelas dengan
merumuskan tiga elemen atau unsurnya. Ketiga elemen tersebut adalah integritas,
etos kerja, serta gotong royong, yang saling berhubungan satu sama lainnya.
PKN SMP VII GENAP 165

