Page 132 - 01_PAI_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 132
dalam kehidupan beragama.
Para ulama penyebar agama Islam di Indonesia sangat toleran terdapat
budaya lokal. Masyarakat pribumi yang memeluk agama Islam tetap
diperbolehkan melakukan tradisi-tradisi lokal yang sudah diselaraskan dengan
ajaran Islam. Dengan demikian tidak ditemukan adanya benturan antara ajaran
Islam dengan budaya lokal. Justru sebaliknya, antara ajaran Islam dengan
budaya lokal mampu berjalan beriringan.
Sikap toleran akan menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
Sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial, manusia harus mampu
menj alin hubungan yang harmonis an tar sesama warga. Sifat saling
menghargai perbedaan dapat ditumbuhkan dengan saling mengenal antar
umat beragama, ras, suku, dan golongan. Allah Swt. memerintahkan umat-Nya
untuk saling mengenal, sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S. al-
Hujurat/49:13 berikut ini.
Artinya: Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang
laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan
bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara
kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha
Mengetahui, Maha Teliti‛. (Q.S. al-Hujurat/49:13) g. Berdakwah secara damai
Islam merupakan agama yang mengaj arkan kedamaian, kasih sayang dan
toleransi. Dakwah Islam juga harus dilakukan secara damai dan bermartabat.
Bukan hanya hasilnya, dakwah Islam juga sangat memperhatikan prosesnya.
Proses dakwah harus dilakukan dengan mengedepankan dakwah secara
damai, bukan dengan kekerasan dan memaksakan kehendak. Para ulama
penyebar Islam di Indonesia menyampaikan ajaran Islam dengan penuh
128 PENDIDIKANAGAMA ISLAM SMA X GANJIL

