Page 15 - 02_PKN_SMP_7_GENAP
P. 15
warga berkumpul untuk bersyukur atau mengikat perdamaian dengan berpesta
bersama. Makanannya dimasak menggunakan batu yang dibakar.
Di daerah lain upacara kematian juga mengundang perhatian masyarakat. Suku
Dayak mengenal upacara Tiwah, masyarakat Bali melakukan upacara pembakaran
mayat yang disebut Ngaben. Sedangkan Suku Toraja di Sulawesi melakukan
upacara Rambu Solo untuk mengantarkan jenazah. Jenazah bukan dikubur tapi
disimpan dalam gua di dinding tebing yang tinggi.
Di Madura ada tradisi balapan sapi yang disebut Karapan, sedangkan
masyarakat di Sumatra mengenal budaya balap perahu di sungai dalam tradisi Pacu
Jalur. Di Pulau Nias ada tradisi berabad-abad berupa lompat batu. Sedangkan di
Kalimantan, tepatnya di Banjarmasin terdapat pasar terapung. Seluruh pedagang
berjualan di sungai menggunakan perahu masing-masing.
Banyak pula tradisi yang juga menarik seperti tradisi Bambu Gila di Maluku,
mencari cacing laut dalam tradisi Bau Nyale di Lombok, upacara Pasola di Sumba,
Kesodo di masyarakat Tengger Jawa Timur, Sekaten di Solo dan Yogya, hingga
upacara Tabuik di Minang. Semua itu menunjukkan kekayaan budaya Indonesia
yang tiada taranya.
Gambar 4.6 Tradisi lompat batu, karapan sapi, bambu gila, pasola, pasar
terapung
4. Rumah dan Kampung Adat
Keragaman rumah serta kampung adat juga menunjukkan kebinekaan
Indonesia. Rumah adat di tiga pulau besar yakni Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi
umumnya merupakan rumah panggung. Lantainya tidak di tanah, melainkan berupa
panggung dari kayu untuk berjaga-jaga dari ancaman banjir dan kemungkinan
PKN SMP VII GENAP 123

