Page 20 - 06_IPA_SMA_10 GENAP
P. 20
Indonesia diyakini memiliki kandungan logam tanah jarang melimpah sehingga
berpotensi menjadi salah satu pemasok global yang saat ini masih didominasi China.
Karakteristik material yang istimewa menjadikan logam tanah jarang sangat industri
elektronik, otomotif, perminyakan, kedirgantaraan, dan pertahanan. Saat ini pemerintah
Indonesia telah memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan logam tanah
jarang dan menjadikannya sebagai salah satu program prioritas nasional yang tertuang
dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), menyatakan bahwa sudah ada
pilot plant di Bangka milik PT Timah Tbk untuk pemisahan logam tanah jarang yang
berasal dari pasir monasit. Pasir monasit merupakan hasil samping dari penambangan
bijih timah yang bersifat radioaktif sehingga harus mendapat rekomendasi dari BATAN.
Secara komersial logam tanah jarang dan paduannya banyak digunakan pada
perangkat elektronik seperti memori komputer, DVD, ponsel, catalytic converter,
magnet, lampu neon, dan baterai isi ulang. Banyak baterai isi ulang yang dibuat dengan
senyawa logam tanah jarang. Permintaan baterai didorong oleh kebutuhan untuk
pembuatan perangkat elektronik portabel seperti komputer portabel dan kamera.
Sejumlah senyawa tanah jarang juga diperlukan sebagai sumber daya pada setiap
kendaraan listrik dan kendaraan listrik hibrida. Harapannya adalah produksi logam tanah
jarang ikut mampu berkontribusi dalam industri elektronik, baterai, dan untuk
mendukung program mobil listrik.
IPA SMA X GENAP 591

