Page 63 - 03_BIN_SD_4_GENAP
P. 63

Perempuan itu malah tertawa, “Namaku Warsih. Aku orang Jawa, tak paham
                     bahasa Hokkian. Lumpiaku berasal dari kata Olympia, karena aku sering jualan di

                     pasar malam Olympia.”
                         A Joe ternganga, “Oh,  begitu, ya?”

                         Lalu A Joe bertanya, “Kenapa orang-orang Kampung Melayu ini mau membeli
                     lumpiamu? Sedangkan punyaku tak laku.” Wajah A Joe berubah murung.

                         “Memangnya, lunpiamu isi apa?” tanya Warsih.
                         A Joe  lalu menunjukkan lunpia  buatannya pada  Warsih. “Rebung  dan  daging

                     babi.”
                         Warsih menggeleng. “Kamu lihat kan, penduduk Kampung Melayu banyak yang

                     berasal dari Arab dan Gujarat. Mereka beragama Islam. Itu, ada masjid di sana. Orang
                     Islam, tidak makan babi. Tidak halal. Lumpia buatanku isinya kentang dan udang.
                     Karena itu, mereka bisa memakannya.”

                         Setelah  itu,  Warsih  berkata  lagi,  “Sebetulnya,  nasib  kita  sama  kok.  Lumpia

                     buatanku  juga  tidak  laku  di  kawasan  Pecinan.  Mereka  tak  suka  lumpia  kentang.
                     Mereka maunya isi rebung.”
                         A Joe dan Warsih sama-sama terdiam. Namun, sebenarnya otak mereka berpikir

                     keras. Beberapa detik kemudian, wajah   A Joe cerah.

                         “Aku ada ide! Mengapa kita tidak bekerja sama saja? Maksudku, ayo kita ciptakan
                     resep baru supaya semua orang bisa menikmati lunpia buatan kita.”
                         “Hah? Bagaimana caranya?” Warsih heran. “Apa kita bisa?”

                         “Tidak ada salahnya mencoba. Bagaimana? Kamu mau mencobanya?” tanya A

                     Joe.
                         Warsih mengangguk, “Kamu benar juga. Tidak ada salahnya mencoba.”
                   Warsih dan A Joe berjabat tangan. Sejak saat itu, mereka berdua bekerja sama dalam

                  menciptakan resep baru dan menjajakannya bersama.























                                                               BAHASA INDONESIA SD IV GANJIL        155
   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68