Page 62 - 03_BIN_SD_4_GENAP
P. 62
“Jangan-jangan lunpia buatanku tidak enak? Ah, tetapi orang-orang di Pecinan
suka,”pikir A Joe masih penasaran. Dia tak mau hanya berjualan di Pecinan. A Joe
ingin lunpianya laris dan bisa dinikmati semua orang.
“LUMPIA, LUMPIA!” A Joe tersentak dari lamunannya. Seorang perempuan
berteriak lantang. Beberapa orang keluar dari rumah dan membeli. A Joe melihat
perempuan itu berjualan penganan yang mirip dengan lunpianya. “Hm, apa buatan
dia lebih enak daripada buatanku?” gumam A Joe.
“LUMPIA, LUMPIA!” teriak perempuan itu lagi. A Joe menghadang langkahnya.
“Hei, kamu jualan lunpia ya?” tanya A Joe ketus.
“Lumpia, bukan lunpia,” sahut perempuan itu.
“Bukan! Yang betul lunpia. Lun artinya lunak, pia artinya kue. Itu bahasa
Hokkian!” bantah A Joe ketus.
154 BAHASA INDONESIA SD IV GANJIL

