Page 68 - 03_BIN_SD_4_GENAP
P. 68
Batik besurek adalah kain khas dari Provinsi Bengkulu. Besurek berasal dari
kata “bersurat” yang diucapkan dalam dialek Bengkulu. Disebut demikian karena
motifnya adalah kaligrafi huruf Arab gundul yang merupakan potongan ayat suci Al
Quran. Oleh karena itu, batik bersurek dulu tidak boleh dipakai sembarangan.
Batik besurek menunjukkan besarnya pengaruh kebudayaan Islam terhadap
seni budaya di Bengkulu. Sebagian ahli memperkirakan batik besurek sudah ada
sejak abad ke-16 atau 17, seiring dengan datangnya pedagang Arab dan pekerja
dari India yang beragama Islam. Sebagian ahli lainnya meyakini bahwa
batik besurek diperkenalkan oleh para saudagar dan seniman batik dari Demak.
Namun, ada pula yang berpendapat bahwa masyarakat Bengkulu mengenal metode
batik dari hijrahnya Sentot Ali Basyah, panglima perang Pangeran Diponegoro, dari
Jawa ke Bengkulu. Saat itu Sentot Ali Basyah ditemani oleh anak buah dan
keluarganya diasingkan Belanda ke Bengkulu. Kabarnya mereka inilah yang mula-
mula mengenakan kain batik dengan motif “surat”.
Dulu batik besurek hanya digunakan pada upacara adat sepertipernikahan.
Misalnya, dijadikan sampiran di kamar pengantin ataudijadikan penutup kepala
pengantin pria. Selain itu, batik besurekjuga digunakan sebagai kain penutup Al-
Qur’an.
Dalam perkembangannya, motif batik besurek dipadukan dengan motif khas
Bengkulu, yaitu bunga rafflesia. Di samping itu, motif huruf Arab atau mirip huruf
Arab yang dipakai pun tak lagi memiliki makna ayat suci. Karena itu, kini batik
besurek dapat digunakan sehari-hari.
160 BAHASA INDONESIA SD IV GANJIL

