Page 7 - 06_IPA_SMA_10 GENAP
P. 7
Badan Geologi Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral (ESDM)
mengungkapkan potensi kandungan
logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth
yang berasal dari lumpur Lapindo
Sidoarjo, Jawa Timur. Hal ini
dikemukakan oleh Kepala Badan
Geologi Kementerian ESDM dalam
jumpa pers virtual di Jakarta, Rabu 20
Januari 2021.
Gambar 5.1. Lumpur Lapindo
mengandung logam tanah jarang.
Sumber: medcom.id/Eric Ireng (2018)
Logam tanah jarang merupakan salah satu mineral yang jadi perhatian dunia
karena dibutuhkan dalam pengembangan kendaraan listrik. Selain itu logam tanah
jarang merupakan komoditas mineral berkualitas tinggi yang menjadi bahan baku dalam
industri pertahanan sebagai bahan pembuatan peralatan militer, mesin jet, satelit, dan
laser.
Merujuk yang disampaikan oleh Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral
Kementerian ESDM, ada tiga sumber potensi LTJ yang telah diidentifikasi. Pertama, dari
pertambangan timah yang menghasilkan campuran unsur La, Ce, Nd, dan lainnya.
Kedua, dari tambang bauksit yang menghasilkan itrium (Y). Ketiga, dari nikel yang masih
dalam kajian memiliki potensi skandium (Sc). Jenis yang pertama paling memungkinkan
untuk dikembangkan dan sudah banyak studi yang tersedia sementara yang kedua dan
ketiga relatif baru dan kemungkinan keekonomisannya masih merupakan tantangan
(Sumber: https://money.kompas.com/read/2020/07/20/060700826/seperti-apa-
keberadaan-logamtanah-jarang-di-indonesia-ini-kata-esdm?page=all)
Artikel tersebut tentu menimbulkan rasa ingin tahu Kalian sekaligus rasa bangga
sebagai bangsa yang kaya sumberdaya mineralnya bukan? Salah satu mineral tersebut
adalah logam tanah jarang atau LTJ. Apakah LTJ? Di manakah posisi LTJ pada tabel
sistem periodik unsur? Apa hubungannya dengan nanomaterial? Apa hubungannya
dengan struktur atom? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terjawab setelah
mempelajari materi-materi pada bab ini.
578 IPA SMA X GENAP

