Page 9 - 01_PAI_7_SMP_GANJIL_IKM
P. 9

b. Fungsi Hadis
                     Secara garis besar terdapat empat fungsi Hadis terhadap Al-Qur’an, sebagai berikut:

                     1)  Bayān al-Taqrīr disebut juga dengan Bayān al-Ta’kīd dan Bayān al-Iṡbat. Bayān
                         al-Taqrīr  adalah  menetapkan  dan  memperkuat  apa  yang  telah  diterangkan  di

                         dalam Al-Qur’an. Fungsi Hadis ini memperkokoh isi kandungan Al-Qur’an
                     2)  Bayān  al-Tafsīr  adalah  penjelasan  terhadap  ayat-ayat  yang  memerlukan
                         perincian  atau  penjelasan  lebih  lanjut,  seperti  pada  ayat-ayat  mujmal  (umum/

                         global), mutlaq (tidak mempunyai batasan), dan ‘ām (umum), sehingga  fungsi
                         Hadis ini adalah memberikan perincian (tafsīr) dan penafsiran terhadap ayat-ayat
                         yang masih mutlak dan memberikan takhsi ̅ s (pengkhususan) terhadap ayat-ayat

                         yang masih umum.
                     3)  Bayān al-Tasyri’ adalah memberikan kepastian hukum Islam yang tidak ada di
                         Al-Qur’an.  Biasanya  Al-Qur’an  hanya  menerangkan  pokok-pokoknya  saja,

                         contohnya zakat fitrah
                     4)  Bayān  al-Nasakh  secara  bahasa  berarti  ibtāl  (membatalkan),  izālah

                         (menghilangkan),  tahwi ̅ l  (memindahkan)  dan  tagyi ̅ r  (mengubah).  Bayan  al-
                         Nasakh adalah membatalkan ketentuan terdahulu, sebab ketentuan yang baru
                         dianggap lebih maslahat












                  8        PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMP 7 GANJIL
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14