Page 17 - 01_PAI_7_SMP_GANJIL_IKM
P. 17
Dan kaumnya membantahnya. Dia (Ibrahim) berkata, “ Apakah kamu hendak
membantahku tentang Allah, padahal Dia benar-benar telah memberi petunjuk
kepadaku? Aku tidak takut kepada (malapetaka dari) apa yang kamu
persekutukan dengan Allah, kecuali Tuhanku menghendaki sesuatu. Ilmu
Tuhanku meliputi segala sesuatu. Tidakkah kamu dapat mengambil pelajaran?
(Q.S. al-An’ām/6: 80)
Pada ayat di atas, terdapat sebuah kata yang menjelaskan bahwa ilmu
Tuhanku meliputi segala sesuatu. Pengetahuan-Nya tidak ada batas. Masih
dalam surah yang sama, dinyatakan pula hal berikut.
Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang
mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut.
Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada
sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau
yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh alMahfuzh). (Q.S.
al-An’ām/6: 59)
Ayat di atas menegaskan bahwa tidak ada sesuatu pun yang luput dari
pengetahuan Allah Swt. Dua ayat yang dikutip di atas memberikan penjelasan
bahwa segala aktivitas di dunia, baik yang tampak maupun tidak tampak,
semuanya tidak luput dari pengetahuan-Nya.
Sifat al-‘Alīm pada Allah Swt mendorong manusia untuk memiliki pengetahuan.
Manusia diharapkan dapat memiliki ilmu untuk kemudahan dalam mengarungi
kehidupan di dunia. Dengan ilmu, kehidupan dapat dilaksanakan dengan
mudah.
Akan tetapi, pengetahuan manusia terbatas sesuai dengan kemampuan yang
diberikan oleh-Nya. Ilmu yang dianugerahkan oleh-Nya menjadi kehormatan
baginya. Manusia dapat meraih ilmu berkat anugerah Allah Swt. Akan tetapi,
16 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMP 7 GANJIL

