Page 15 - 01_PAI_7_SMP_GANJIL_IKM
P. 15

BAB 2
                          MENELADAN NAMA DAN SIFAT ALLAH UNTUK KEBAIKAN HIDUP


                   1.  Nama-Nama Indah bagi Allah Swt.
                       Allah Swt. memiliki nama-nama yang indah. Hal ini dapat diperhatikan pada salah
                       satu ayat-Nya









                           Dan  Allah  memiliki  Al-Asmā’  al-Husnā  (nama-nama  yang  terbaik),  maka

                       bermohonlah  kepada-Nya  dengan  menyebutnya  al-Asmā’  al-Husnā  itu  dan
                       tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak
                       akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan (Q.S. al-A’rāf/7:

                       180)
                           Al-Asmā’ al-Husnā dibentuk dari kata al-Asma’ (bentuk jamak) dari kata al-ism,

                       memiliki arti “nama” dan al-Husna’ berarti “yang terbaik atau indah”. Dalam hal ini,
                       al-Asmā’ al-Husnā dapat diartikan sebagai nama-nama-Nya yang baik dan indah.
                           Nama-nama  tersebut  menjadi  salah  satu  bukti  keagungan  Allah  Swt.

                       Pengetahuan tentang sifat-Nya dan Al-Asmā’ al-Husnā terdapat pada alQur’an dan
                       sunah.  Dua  hal  ini  merupakan  kesempurnaan  mutlak  sifatsifat  Allah  Swt.  dari

                       segala  kekurangan.  Dengan  memahaminya,  keimanan  seseorang  dapat
                       meningkat.  Derajat  keimanan  seseorang  dapat  ditentukan  oleh  pengetahuan
                       tentang tuhannya

                           Di antara pendapat para ulama yang paling populer adalah bahwa jumlah al-
                       Asmā’  al-Husnā  adalah  99  buah.  Pada  salah  satu  hadis  disebutkan  bahwa,
                       “Sesungguhnya  Allah  Swt.  mempunyai  sembilan puluh  sembilan nama,  seratus

                       kurang satu, barang siapa yang menghafalkannya, maka ia akan masuk surga”.
                       (H.R. al-Bukhari).
                           Maksud hadis di atas memberikan dorongan kepada kita untuk tidak sekadar

                       menghafalkannya. Apabila kalian dapat menghafal, tentu bagus. Akan tetapi, yang
                       paling penting adalah memahami, merenungkan, dan dapat menerapkan nilai-nilai

                       agung  yang  ada  pada  al-Asmā’  al-Husnā  untuk  kebaikan  dalam  menjalani
                       kehidupan.  Kita  dituntut  pula  untuk  menghindari  perilaku  yang  bertentangan
                       dengan al-Asmā’ al-Husnā.



                  14       PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMP 7 GANJIL
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20