Page 74 - 06_IPA_SMA_10_GANJIL
P. 74
yaitu angka yang terletak di depan setiap zat. Yang boleh kita ubah adalah koefisien
reaksi namun rumus molekul tidak boleh berubah. Manakah koefisien reaksi?
Perhatikan persamaan reaksi berikut.
Setelah menambahkan koefisien reaksi maka jumlah atom P baik di sebelah kiri
maupun di sebelah kanan ada empat sedangkan jumlah atom O sebanyak sepuluh.
Inilah yang disebut persamaan reaksi kimia setara yang sudah pernah dibahas pada
Bab 3 terdahulu.
Ciri kedua adalah perubahan warna. Keadaan ini dijumpai misalnya pada reaksi
perkaratan atau korosi pada benda yang terbuat dari besi. Sama ketentuannya dalam
menulis persamaan reaksi kimia setara maka persamaan reaksi perkaratan pada besi
adalah karena besi (Fe) bereaksi dengan gas Oksigen (O2) dan air (H2O)
menghasilkan lapisan karat yang tipis dan berwarna kemerahan yaitu Fe2O3.xH2O.
Persamaan reaksi kimia setara ditulis sebagai berikut.
4 Fe (s) + 3 O2 (g) + 2x H2O (l) → 2 Fe2O3.xH2O (s)
Melihat persamaan reaksi itu tentu Kalian sudah memahami yang manakah
koefisien reaksi. Salah satu koefisien reaksi ditulis dengan huruf “x” di depan
molekul H2O. Huruf “x“ merupakan koefisien reaksi berupa angka yang besarnya
sesuai dengan masing-masing rumus kimia senyawa karat.
Pembentukan endapan sebagai ciri ketiga. Contohnya adalah endapan berwarna
putih (CaCO3) yang ditemui pada reaksi air kapur (Ca(OH)2) yang ditambahkan soda
kue (NaHCO3) ke dalamnya. Persamaan reaksi kimia lengkapnya yaitu:
Ca(OH)2 (aq) + NaHCO3 (s) → CaCO3 (s) + NaOH (aq) + H2O (l)
Koefisien reaksi kimia pada setiap zat dalam persamaan reaksi ini adalah satu bukan?
Angka satu umumnya tidak perlu ditulis.
Ciri reaksi keempat yaitu timbulnya gas. Contoh reaksi kimia yang menghasilkan
gas antara lain gas karbon dioksida (CO2) yang dijumpai saat melakukan fermentasi
anaerob. Reaksi seperti ini dijumpai pada pembuatan pupuk organik cair. Persamaan
reaksi kimia setaranya yaitu:
C6H12O6 (l) → 2 C2H5OH (l) + 2 CO2 (g)
502 IPA SMA X GANJIL

