Page 37 - 01_PAI_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 37
malas. Mereka bermaksud riya (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak
mengingat Allah kecuali sedikit sekali.
Sebaliknya, orang yang beriman akan selalu memandang bahwa ketetapan
Allah Swt. adalah yang utama. Jika dihadapkan pada persoalan-persoalan riil
dalam kehidupan, tanpa berat hati, berpura-pura dan pamrih untuk
mendapatkan kesan baik di hadapan manusia, maka ia akan menentukan
pilihan yang mendahulukan ketauhidan di dalamnya.
Oleh karena itulah, dalam syu’abul iman, para ulama telah memilah sebanyak
empat puluh cabang dari dimensi perbuatan yang mencerminkan konkritnya
keimanan seseorang. Semakin baik kualitas iman seseorang, maka akan
semakin baik pula perilaku dan perbuatan mereka dalam kehidupan sehari-
hari, begitu pun sebaliknya.
Dan ke empat puluh cabang iman dalam dimensi perbuatan tersebut, antara
lain adalah:
1. Bersuci atau thaharah termasuk di dalamnya kesucian badan, pakaian dan
tempat tinggal
2. Menegakkan shalat baik salat fardu, salat sunah maupun mengqadla salat
3. Bersedekah kepada fakir miskin dan anak yatim, membayar zakat fitrah dan
zakat mal, memuliakan tamu serta membebaskan budak.
4. Menjalankan puasa wajib dan sunah
5. Melaksanakan haji bagi yang mampu
6. Beri’tikaf di dalam masjid, termasuk di antaranya adalah mencari lailatul
qadar
7. Menjaga agama dan bersedia meninggalkan rumah untuk berhijrah beberapa
waktu tertentu
8. Menyempurnakan dan menunaikan nazar
9. Menyempurnakan dan menunaikan sumpah
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA X GANJIL 33

