Page 31 - 01_PAI_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 31
mempercayai salah satu dari enam rukun iman tersebut maka gugurlah
keimanannya, sehingga mempercayai dan mengimani keenamnya bersifat
wajib dan tidak bisa ditawar sedikit pun.
Enam pilar iman itu antara lain adalah:
1) iman kepada Allah Swt., 2) meyakini adanya rasul-rasul utusan Allah Swt.,
3) mengimani keberadaan malaikat-malaikat Allah Swt., 4) meyakini dan
mengamalkan ajaran-ajaran suci dalam kitab-kitab-Nya, 5) meyakini akan
datangnya hari akhir dan 6) mempercayai qada dan qadar Allah Swt.
Pokok pilar iman ini sebagaimana yang disebutkan dalam QS. an-Nisa/4: 136
yang artinya sebagai berikut:
Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya
(Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta
kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-
malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul- Nya, dan hari kemudian, maka sungguh,
orang itu telah tersesat sangat jauh.
Definisi Syu’abul Iman
Menurut Syeikh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi dalam kitab
Qarniuth-Thughyan ‘ala Manzhumati Syu’abu al-Iman, iman yang terdiri dari
enam pilar seperti tersebut di atas, memiliki beberapa bagian (unsur) dan
perilaku yang dapat menambah amal manusia jika dilakukan semuanya,
namun juga dapat mengurangi amal manusia apabila ditinggalkannya.
Terdapat 77 cabang iman, di mana setiap cabang merupakan amalan atau
perbuatan yang harus dilakukan oleh seseorang yang mengaku beriman
(mukmin). Tujuh puluh tujuh cabang itulah yang disebut dengan syu’abul iman.
Bilamana 77 amalan tersebut dilakukan seluruhnya, maka telah sempurnalah
imannya, namun apabila ada yang ditinggalkan, maka berkuranglah
kesempurnaan imannya.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA X GANJIL 27

