Page 16 - 03_BIN_SD_4_GANJIL_IKM
P. 16
Tahu-tahu Rio menjerit ketakutan. “Itu! Itu!” teriaknya menunjuk
ke arah tanaman. Bahunya berguncang, dia mulai menangis. Setelah
dilihat, ternyata yang ditunjuk Rio adalah laba-laba besar yang
bersarang di antara pohon mangga dan tanaman.
“Laba-laba itu baik, kok,” kata Ardi. “Aku membiarkannya di sana
supaya dia menangkap nyamuk-nyamuk yang ada di taman.”
Namun, tangisan Rio makin keras dan tak terkendali. Om Danu,
ayah Rio, terpaksa menggendong Rio masuk ke rumah.
Di dalam rumah Rio mulai tenang walaupun sesekali masih
terdengar isaknya.
Om Danu kemudian bercerita. “Rio memang sangat takut dengan
laba-laba.”
“Ah, masa Rio sebesar
itu takut dengan laba-laba
sekecil itu,” kata Ardi.
“Kamu sebesar itu juga
takut dengan kecoa kecil,”
Mama meledek Ardi.
Ardi tertawa. “Wah, iya
juga, ya. Tapi, aku kan tidak
sampai menangis.
“Aku tidak menangis
kalau ada kura-kura atau
laba-laba,” ujar
“Kamu sebesar itu juga takut dengan kecoa kecil,” Mama meledek
Ardi.
Ardi tertawa. “Wah, iya juga, ya. Tapi, aku kan tidak sampai
menangis.
“Aku tidak menangis kalau ada kura-kura atau laba-laba,” ujar
Bobi. “Aku hanya takut.”
“Tidak apa-apa,” kata Om Danu sambil membelai kepala Bobi. “Itu
biasa kok. Orang dewasa juga biasa takut dengan sesuatu. Tapi, ada
orang yang sangat takut dengan sesuatu sampai panik dan tidak bisa
72 BAHASA INDONESIA SD IV GANJIL

