Page 12 - 03_BIN_SD_4_GANJIL_IKM
P. 12
Lala terus mematut diri. Awalnya tidak ada masalah, tetapi lama-
lama Lala merasa gerah. Dia juga sulit bernapas dengan lega.
Kulitnya mulai terasa gatal.
Lala lalu berusaha menggaruk punggungnya.
Breeet ...!
“Kak, baju Kakak sobek!” Kiki
berteriak. Lala terdiam. Dengan
sedih dia meraba bagian baju yang
sobek.
“Nanti minta tolong Ibu untuk
menjahitnya, Kak,” usul Kiki.
“Bisa sih, tapi ....” sahut Lala
pelan. Dalam hati dia mengakui,
memakai baju sempit sungguh tidak
nyaman. Lala juga menjadi paham
mengapa akhir-akhir ini dia tidak pernah lagi memakai baju itu.
Mungkin baju itu akan bertambah sobek kalau dia terus memakainya.
Lala melihat bayangan dirinya dan Kiki di cermin. Ternyata, Lala
memang sudah besar. Dia sudah tak cocok lagi memakai baju itu.
“Ya, nanti kita minta tolong Ibu menjahit baju ini,” katanya.
Kemudian Lala menambahkan, “Nanti baju ini buat kamu saja.”
“Yang benar, Kak? Horeee!” teriak Kiki senang.
Lala mengangguk pelan. “Iya, untukmu saja.”
“Terima kasih.” Kiki langsung memeluk kakaknya.
Cerita oleh Dian Kristiani
------------------------------------- • -------------------------------------
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Mengapa Lala kesal kepada Kiki?
2. Dari mana Lala mengetahui baju itu tidak muat lagi untuknya?
3. Menurutmu, bagaimana perasaan Lala setelah memutuskan akan
memberikan bajunya kepada Kiki?
4. Apakah kalian juga punya adik? Bagaimana perasaan kalian jika
barang kalian diminta adik?
68 BAHASA INDONESIA SD IV GANJIL

