Page 33 - 06_IPA_SMA_10 GENAP
P. 33
B pada ketinggian 0 dengan kecepatannya v. Sesaat menyentuh permukaan
tanah, kecepatan apel maksimum, sehingga energi kinetik sama dengan energi
mekanik di posisi B.
Sebenarnya, energi menunjukkan cara alam mempertahankan “nilainya”.
Misal, pada kasus apel ini, nilai energi mekanik apel pada posisi A akan sama
dengan nilai energi apel mekanik pada posisi B, namun bentuk energinya
berubah. Maka, pada peristiwa jatuhnya apel ke tanah ini berlaku Hukum
Kekekalan Energi yang bunyinya adalah sebagai berikut.
“Energi bersifat kekal, artinya energi tidak dapat diciptakan dan tidak
dapat dimusnahkan, energi dapat berubah bentuk”
Pernyataan tersebut dinyatakan secara sederhana dengan persamaan
berikut ini.
Energi Awal = Energi Akhir (6.14)
Sehingga yang terjadi pada apel jatuh sebenarnya adalah sebagai berikut.
Energi Awal = Energi Akhir
Energi pada posisi A = Energi pada posisi B
EPA + EKA = EPB + EKB
EPA + 0 = 0 + EKB
EPA = EKB
Jadi, pada peristiwa apel jatuh tersebut, energi potensial berubah bentuk menjadi
energi kinetik. Perubahan bentuk energi seperti yang dialami oleh apel jatuh biasanya
disebut dengan istilah konversi energi. Konversi energi dimanfaatkan manusia untuk
menunjang pekerjaan manusia dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Namun dalam kenyataannya, dalam konversi energi, energi akhir yang
dihasilkan tidak seluruhnya terkonversi dalam bentuk energi yang diharapkan, sehingga
energi akhir yang dihasilkan bisa terdiri atas dua, yaitu energi yang diharapkan (yang
dapat dimanfaatkan) atau energi yang tidak diharapkan. Misalnya Kalian menjatuhkan
bola basket ke lantai seperti pada Gambar 6.3.
604 IPA SMA X GENAP

