Page 9 - 03_BIN_SD_4_GENAP
P. 9
Ela Pelatuk kemudian mengusulkan untuk menggunakan alat pembayaran dari kayu. Ela
bisa membuatnya berukuran sama. Kepala Desa Beru senang sekali dengan usulan Ela.
Ela ditunjuk sebagai penanggung jawab pembuatan uang. Ela membuat uang kayu itu
berbentuk bundar supaya lebih nyaman untuk dipegang. Sa Angsa menawarkan diri
untuk menggambarinya. Kayu bundar bergambar wortel digunakan sebagai pembayar
wortel, uang kayu bergambar tomat sebagai pembayar tomat.
Apakah masalah hewan-hewan itu sudah
teratasi? Belum semua. Sistem baru ini masih
merepotkan. Ti Tikus menginginkan kacang,
tetapi dia hanya punya uang bergambar pisang.
Ia harus berusaha menukarkan uang-pisangnya
dengan uang-kacang. Lalu, Ka Kancil punya
satu uang bergambar wortel yang bisa buat
membayar empat wortel, tetapi dia hanya
memerlukan dua wortel. Andai saja uang kayu
ini boleh dibagi dua ….
Ya, itu jawabnya! Ela akan membuat uang kayu dengan ukuran berbeda. Sa Angsa juga
muncul dengan ide cemerlang. Ia tidak lagi akan membuat gambar tomat, wortel, atau
lainnya. Lebih baik ia menuliskan angka pada uang tersebut: 1, 2, 4, atau 5.
Setelah mereka berdiskusi, diputuskan bahwa Ela Pelatuk akan membuat uang kayu
dengan 3 ukuran berbeda: kecil, sedang, dan besar. Lalu, Sa Angsa akan menuliskan
angka 1, 2, dan 5. Semua senang. Tidak apa kalau Ke Kelinci punya uang besar berangka
5 untuk membayar dua wortel Ka Kancil. Ka Kancil akan memberinya dua wortel serta
satu uang kecil berangka 1 dan satu uang sedang berangka 2.
BAHASA INDONESIA SD IV GANJIL 101

