Page 71 - 02_PKN_7_SMP_GANJIL_IKM
P. 71
c. Perkotaan dan perdesaan
Berdasarkan kepadatan penduduk serta jenis aktivitas kegiatannya,
karakteristik daerah di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi
perkotaan dan perdesaan. Wilayah yang padat penduduk dan banyak
kegiatan industri biasa dikelompokkan sebagai wilayah perkotaan.
Sementara itu wilayah dengan penduduk yang kurang padat, serta
banyak kegiatan pertaniannya sering disebut daerah perdesaan.
Secara administrasi, daerah ada yang dimasukkan sebagai daerah
Tingkat I (satu) yaitu provinsi, dan di bawahnya ada daerah Tingkat II
(dua). Daerah Tingkat II yang lebih banyak berupa perkotaan disebut
kota, sedangkan Daerah Tingkat II yang lebih banyak berupa perdesaan
disebut kabupaten.
d. Daerah terpencil dan terluar
Banyak daerah yang terpencil
di Indonesia seperti di
kepulauan Mentawai, Sumatra
Barat; di hulu Sungai Kapuas,
Kalimantan Barat; hingga di
pedalaman Pulau Halmahera,
Maluku Utara. Daerah-daerah
terpencil tersebut ditandai
dengan transportasi yang sulit
Gambar 27 Perbatasan Indonesia –
untuk menuju ke sana. Hal Papua Nugini
tersebut berpengaruh pada
kehidupan ekonomi masyarakat yang cenderung tertinggal dibanding
daerah lain.
Sedangkan daerah terluar ditandai dengan kedekatan lokasinya
dengan perbatasan terhadap negara lain. Di Provinsi Papua, perbatasan
Indonesia melintang dari Jayapura hingga Merauke. Di hadapan negara
Timor Leste, perbatasannya berada di Pulau Timor Nusa Tenggara
Timur dan sekitar Pulau Wetar, Maluku. Sedangkan di Kalimantan,
daerah perbatasannya di sepanjang garis utara Kalimantan Barat dan
Kalimantan Utara yang menghadap Malaysia.
PKN SMP VII GANJIL 113

