Page 64 - 01_PAI_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 64
3) Merusak nilai pahala dari suatu ibadah, bahkan bisa hilang sama sekali
4) Mengurangi kepercayaan dan simpati dari orang lain
5) Menyesal apabila amalnya tidak diperhatikan oleh orang lain
6) Menimbulkan sentimen pribadi dari orang lain karena adanya perasaan iri
dan dengki
Mengingat dampak negatif dari sifat riya’ dan sum’ah di atas, maka sudah
seharusnya umat Islam menghindari sifat tersebut. Memang bukan perkara
mudah, sebab pada dasarnya manusia itu senang mendapat sanjungan dan
pujian. Berikut ini beberapa cara menghindari sifat riya’ dan sum’ah:
1) Meluruskan niat
Semua amal tergantung kepada niat. Apabila niatnya karena Allah Swt,
maka akan diterima amal tersebut. Sebaliknya, apabila ada keinginan agar
dipuji oleh orang lain, maka akan sia-sia. Oleh karenanya, sangat penting
meluruskan niat sebelum melakukan amal ibadah.
2) Menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah Swt.
Kebanyakan manusia sering melupakan nikmat yang diterima dari Allah
Swt. Mereka beranggapan bahwa harta dan kedudukan yang diperoleh
merupakan hasil kerja kerasnya. Anggapan seperti inilah yang memicu sifat
riya’ dan sum’ah. Padahal, semua itu adalah amanah dan pemberian dari
Allah Swt.
3) Memohon pertolongan Allah Swt.
Manusia merupakan makhluk lemah dan penuh keterbatasan. Tak mungkin
ia dapat menyelesaikan semua masalah tanpa bantuan pihak lain. Posisinya
sebagai makhluk yang lemah mengharuskannya berdoa memohon
pertolongan dari-Nya, termasuk mohon kekuatan agar terhindar dari sifat
riya’ dan sum’ah
4) Memperbanyak rasa syukur
Pada hakikatnya setiap amal ibadah yang
60 PENDIDIKANAGAMA ISLAM SMA X GANJIL

