Page 19 - 01_PAI_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 19
al-Jumu’ah/62:10)
Apabila manusia man bekerja keras, maka akan dapat memenuhi kebutuhan
pokoknya, terutama sandang, pangan dan tempat tinggal. Islam sangat
menghargai seseorang yang bekerja keras untuk memperoleh penghidupan
yang layak, dan mengkonsumsi makanan dari hasil usahanya sendiri. Hal ini
sesuai dengan hadis berikut ini.
Artinya: ‚Dari al-Miqdam bin Madikariba r.a. dari Nabi Saw., beliau bersabda:
‚Tidak ada seseorang makan makanan yang lebih baik daripada makan hasil usahanya
sendiri, dan sesungguhnya Nabi Allah Daud a.s. makan dari hasil usahanya sendiri‛.
(H.R. Bukhari)
d. Menerapkan Perilaku Etos Kerja untuk Meraih Kesuksesan
Praktik kerja keras sudah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. sejak beliau
masih kanak-kanak. Tercatat dalam sejarah bahwa pada usia 12 tahun sudah
berniaga hingga ke negeri Syam bersama Abu Thalib. Demikian pula sahabat
Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib
merupakan figur teladan dalam bekerja keras.
Pada suatu hari Rasulullah Saw. masuk ke masjid dan melihat Abu
Umamah, salah satu sahabat Anshar sedang duduk termenung seperti
sedang merasa susah. Nabi Saw. bertanya: ‚mengapa engkau duduk
sendirian di masjid, padahal ini bukan saatnya mengerjakan salat?‛. Abu
Umamah menjawab: ‚Saya ini sedang banyak hutang, pailit, dan tidak puny a
semangat untuk bekerja. Saya selalu diliputi perasaan cemas dan ragu‛.
Mendengar jawaban tersebut, Rasululullah Saw. memberi nasihat kepada
Abu Umamah, ‚jauhilah perasaan ragu dan putus asa, malas dan lemah
kemampuan, pengecut dan kikir, gemar berhutang, dan hubungan kurang baik
dengan sesama manusia‛. Abu Umamah bersungguh-sungguh
melaksanakan semua nasihat tersebut. Akhirnya kehidupan Abu
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA X GANJIL 15

