Page 33 - 03_BIN_SD_4_GANJIL_IKM
P. 33

Ada Vampir di Rumah Ini

                       Klik! Kipas angin pun menyala. “Sejuknya,” gumam Sani. Setelah
                  berdiri  sebentar  di  depan  kipas  angin,  Sani  kembali  memilih-milih

                  buku di rak.

                       Klik! Kipas angin berhenti berputar. Kak Lita mematikannya.
                       “Kipas  angin  ada  di  sini,  kamu  di  sana,  percuma  kamu
                  menyalakan kipas angin. Membuang energi saja,” kata Kak Lita.
                       Aku kan mau membaca di sofa,” ucap Sani. Sani menyalakan lagi

                  kipas angin, lalu duduk di sofa.
                                                               Baru  sebentar  Sani  membaca,
                                                           Kak  Lita  kembali  mematikan  kipas

                                                           angin.
                                                               “Kak,  jangan  dimatikan,”  pinta

                                                           Sani. “Gerah.”
                                                               Kak  Lita  tak  menjawab.  Dia
                                                           malah  membuka  jendela  lebar-

                                                           lebar.
                                                               “Sejuk,  kan?  Tidak  perlu  kipas
                                                           angin  dan  hemat  listrik,”  kata  Kak

                  Lita sambil duduk di samping Sani.
                  Tiba-tiba  dia  melompat,  lalu  melepaskan  kabel  kipas  angin  yang
                  tertancap di stopkontak. Aduh, jika tentang listrik, Kak Lita cerewet
                  sekali.  Sani  sering  diomeli  jika  lupa  melepaskan  kabel  atau
                  mematikan sakelar. Kak Lita juga menempel tulisan di tiap stopkontak

                  di rumah ini

                  MATIKAN          LAMPU!        LEPASKAN
                  KABEL!         TARIK        STEKERNYA,
                  BUKAN KABELNYA!

                       “Kak,  kok  sukanya  repot  seperti
                  itu?” tanya Sani.
                       Kak  Lita  membelalak,  “Repot

                  bagaimana? Melepaskan
                  kabel kok dibilang repot.”
                       “Yang      penting       elektroniknya

                  sudah  dimatikan.  Kenapa  harus




                                                               BAHASA INDONESIA SD IV GANJIL         89
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38